Show Your Talent
Rabu, 30 Januari 2008
Makanan Seimbang untuk Penyakit Ginjal Kronik
Yang dimaksud makanan seimbang adalah makanan yang cukup mengandung zat gizi yang seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan memelihara kesehatan yang optimal. Makanan yang seimbang terdiri dari sumber tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur. Dalam kondisi ginjal yang sehat, ginjal akan mengeluarkan sisa hasil metabolisme makanan yaitu ureum dan asam urat serta membantu keseimbangan kadar air dalam tubuh. Selain itu, ginjal akan membantu pembentukan sel darah merah (hormon eritropoeitin) dan menjaga struktur tulang juga (dengan mengaktifkan vitamin D dari makanan).Apabila ginjal gagal berfungsi, terjadi penumpukan produk sisa makanan yaitu ureum dan air. Gejala ureum yang tinggi di antaranya adalah mual, muntah dan sakit kepala. Selain terjadi penumpukan sisa makanan, terjadi juga penumpukan air yang ditandai dengan udema dan kekurangan hemoglobin yang dintandai dengan wajah pucat karena anemia. Saat penyakit ginjal sudah berada dalam stadium V (GFR <15 mL/ menit), diperlukan adanya terapi pengganti ginjal yaitu dengan dialisis atau tranplantasi. Di sini akan dibahas mengenai makanan seimbang bagi penderita penyakit ginjal kronik (PGK) dengan dialisis, baik hemodialisis (HD) maupun peritoneal dialisis (PD).Mengapa pasien PGK HD/ CAPD harus mengatur makanannya? Beberapa alasan di antaranya:1. Zat gizi hilang pada saat pasien menjalani dialisis, asam amino hilang 4,4-7,7 g/ 1x HD2. Sering terjadi kurang gizi yang disebabkan karena kurangnya asupan makanan akibat tidak nafsu makan atau depresi, mual dan muntah, tidak adekuatnya dialisis, atau karena faktor sosial ekonomi3. Sering terjadinya kesakitan dan kematianBerdasarkan data K/ DOQI tahun 2001, 34-49% pasien HD memiliki status gizi kurangUntuk mengukur dan menyimpulkan status gizi seseorang, dapat digunakan beberapa metode, yaitu:1. Antropometri dengan memperhitungkan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB)2. IMT (Index Massa Tubuh) dengan rumus BB/ TB2 (dalam meter). Status gizi dinilai normal apabila harga BB/ TB2 antara 18,5 – 253. Biokimia: albumin serum ≥ 3,5 mg/ mL4. Data asupan makan/ food recall dan record.Asupan yang baik adalah cukup jumlah dan kualitas 3x makan lengkap (pagi, siang, sore) ditambah 2-3x makan selingan5. Klinis, ada tidaknya mual, muntah, anoreksia atau gangguan gastrointestinalApabila sudah diketahui status gizi seorang pasien PGK, maka dapat diambil langkah-langkah yang sesuai dengan status gizi tersebut. Bagi pasien dialisis, yang terpenting adalah mengontrol asupan makanan yaitu cukup kalori, protein, kontrol asupan kalium, garam, mengontrol asupan air dan mengontrol dialisis(dialisis rutin dan cukup).Mengontrol asupan kalium dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan berkalium tinggi misalnya:a. Sayur: peterseli, bayam, daun pepaya, kelapa, b. Buah: alpukat, pisang, duku, durian, juice buahBegitu pula halnya dengan makanan berkadar garam tinggi yang dapat menyebabkan rasa haus, meningkatkan tekanan darah, dan mengakibatkan penumpukan / retensi air pada bagian tubuh tertentu, haruslah juga dibatasi. Beberapa bahan makanan yang memiliki kadar garam tinggi di antaranya adalah telur asin, ikan asin, keju, kerupuk, kecap, mie instan, makanan dalam kaleng, bumbu penyedap vetsin, komet, tauco, petis dan garam dapur tentunya.Bagaimana halnya dengan air? Asupan air harus dikontrol pula untuk mencegah terjadinya penumpukan cairan dalam tubuh. Konsumsi air dapat berasal dari air minum, susu, kuah sayur, ice cream, buah, madu, es batu, jelly, yoghurt, teh, sirup, madu dan lain sebagainya.Untuk mengontrol asupan air dari air minum, dapat digunakan rumusan volume urin + 500-750 mL. Diperhatikan pula kenaikan berat badan interdialisis diusahakan tidak melebihi 5% dari berat badan kering. Beberapa tips untuk meredakan rasa haus, dpaat dibaca dalam kolom Tips.Selain kalium, garam dan air, kadar fosfat dalam tubuh harus pula dikontrol. Apabila kadar fosfat tinggi, makanan tinggi fosfat dimodifikasi dan dikontrol dengan obat. Biasanya diberikan berupa CaCO3 dari dokter konsulen. Makanan tinggi fosfat di antaranya adalah telur, susu, ikan dengan tulang, coklat, keju, kacang-kacangan, kacangpanjang, jeroan, yoghurt dan kerang.Bahan makanan untuk menyusun diet seimbang untuk pasien dialisis, rata-rata dibutuhkan 6-8 penukar karbohidrat dan 4-6 penukar protein dalam satu hari. Berikut ini daftar beberapa bahan penukar:1. Karbohidrat, 1 penukar sama dengan:Roti ± 80 g (2 potong)Nasi ± 100 gBihun kering ± 50 gMie kering ± 50 gDianjurkan untuk makan ± 6-8 penukar/ hari2. Protein, 1 penukar sama dengan:Telur ± 60 g Daging ± 50 gIkan ± 50 gAyam ± 50 gCumi ± 40 g Udang ± 50 gTempe ± 50 gTahu ± 100 gDianjurkan untuk makan ± 4-6 penukar/ hari.Contoh perhitungan diet dan menu pasien HD Pria TB = 167 cm, BB = 60.3 kg, umur 40 tahunKebutuhan energi : 35 Kcal/ kg BB = 2100 KcalKebutuhan protein : 1.2 g/ kg BB = 72 g, 50% HBV 36 g protein hewaniPagi Roti isi selai 80 g 1p (penukar) sumber energiTelur rebus 60 g 1p sumber proteinSiang Nasi 200 g 2p sumber energiIkan goreng 50 g 1p sumber proteinDaging 50 g 1p sumber proteinTempe bacem 50 g 1p sumber proteinCap cay 50 g Buah 100 g MalamNasi 200 g 2p sumber energiAyam goreng 75 g 1.5p sumber proteinTempe bacem 50 g 0.5p sumber proteinCap cay 50 g Buah 100 g Pkl 10.00 kue apem (1p sumber energi) + teh manis/ sirup Pkl 16.00 kue putu mayang (1p sumber energi) + teh manis/ sirupTotal 6p sumber energi dan 6p sumber proteinBagaimana membuat makanan menarik dan tidak membosankan?1. Variasikan menu2. Variasikan warna3. Rasa: gunakan salam, laos, jahe, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain4. Perhatikan tekstur, termasuk baunya5. Cara penyajian6. Ciptakan suasana makan yang menyenangkanTriyani Kresnawan, DCN, M.KesAhli Gizi RSCM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar